
Padang, 11 Juni 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas komunikasi publik dan memperkuat citra positif organisasi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang melaksanakan Pelatihan Kehumasan Imigrasi dengan tema “Membangun Citra Positif Organisasi Melalui Komunikasi Publik yang Efektif dan Inovatif” bertempat di Hotel HW Padang, Kamis (11/06/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh pegawai dan CPNS Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Agam, serta jajaran yang memiliki peran dalam pengelolaan komunikasi publik dan kehumasan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Barat.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Barat, Bapak Nurudin, yang dalam arahannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan keterbukaan informasi publik menjadikan peran humas semakin strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
“Fungsi kehumasan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana organisasi mampu membangun komunikasi yang baik, menciptakan pemahaman publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui informasi yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab,” ujar Nurudin.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Bapak Murdo Danang Laksono, menyampaikan bahwa humas menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelayanan publik, khususnya dalam penyampaian informasi layanan keimigrasian kepada masyarakat.
“Penyampaian informasi yang cepat, tepat, dan mudah dipahami menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan komunikasi publik yang baik, termasuk melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan pelayanan informasi,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari Tim Pemangku Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Imigrasi.
Materi pertama disampaikan oleh Jimmy Asmoro, selaku Konten Kreator Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Imigrasi dengan tema “Menyusun Citra Instansi yang Menginspirasi Kepercayaan Publik”.
Dalam paparannya, Jimmy Asmoro menjelaskan bahwa branding instansi merupakan proses membangun identitas dan persepsi positif organisasi secara konsisten. Branding tidak hanya berkaitan dengan tampilan visual, namun juga mencakup nilai organisasi, kualitas pelayanan, serta cara instansi berkomunikasi dengan masyarakat.
“Citra organisasi terbentuk dari pengalaman masyarakat terhadap layanan dan informasi yang diterima. Karena itu, setiap pegawai memiliki peran dalam menjaga reputasi organisasi,” jelas Jimmy.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Putu Maha Permana Aditya dengan tema “Kelola Media Sosial UPT”. Materi tersebut membahas strategi pengelolaan media sosial satuan kerja, mulai dari perencanaan konten, penyusunan kalender publikasi, pemilihan isu, hingga pembuatan konten yang informatif dan menarik.
Putu menyampaikan bahwa media sosial instansi harus mampu menjadi sarana komunikasi yang memberikan informasi, edukasi, serta membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Barat dan Unit Pelaksana Teknis keimigrasian semakin mampu mengelola komunikasi publik secara profesional, meningkatkan kualitas penyampaian informasi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian.
Kegiatan Pelatihan Kehumasan Imigrasi ditutup setelah sesi diskusi dan simulasi yang berlangsung dengan hangat.
Rini Susanti/Tikkim
